Sibolga terletak di pantai Barat Sumatera Utara, sejauh 344 km dari Kota Medan, melalui jalan darat ke arah Selatan. Kota ini berada pada sisi pantai Teluk Tapian Nauli menghadap kearah lautan Hindia. Secara geografis berada antara 1.42 – 1.46 LU dan 98.44 – 98.48 BT. Bentuk Kota memanjang dari Utara ke Selatan mengikuti garis pantai, dimana sebelah Timur terdiri dari gunung, dan lautan di sebelah Barat. Lebar kota yang merupakan jarak dari garis pantai ke pegunungan sangat sempit hanya 500 meter, itupun telah masuk didalamnya timbunan laut dan kaki gunung yang dijadikan perumahan.
Luas wilayah administrasi keseluruhannya 3.536 Ha (35.36 Km2) yang terdiri dari :
- Daratan pulau Sumatera : 1.126,67 Ha
- Pulau-pulau (5 buah) : 238,32 Ha
- Lautan : 2.171,01 Ha
Batas-batas wilayah kota terdiri dari :
- Sebelah Utara : Kabupaten Tapanuli Tengah
- Sebelah Timur : Kabupaten Tapanuli Tengah
- Sebelah Selatan : Kabupaten Tapanuli Tengah
- Sebelah Barat : Samudera Indonesia
Sibolga berada di daerah Khatulistiwa yang beriklim tropis. Diapit diantara pegunungan dan samudera Hindia, suhu maksimum berada sekitar 32 C dan minimum sekitar 22 C. Dengan curah hujan rata-rata 4.842,9 mm per tahun. Kelembaban udara rata-rata 82,67 %, serta kecepatan angin rata-rata 6,16 m/detik.
Kota Sibolga semenjak dahulu dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan serta pusat Keresidenan Tapanuli dimasa penjajahan Belanda, didiami oleh berbagai suku bangsa, etnis, dan agama. Dalam keberagaman ini penduduk Kota Sibolga tetap dapat hidup rukun dan damai, sehingga disebut dengan “Kota Berbilang Kaum”.
Adapun suku bangsa/ etnis yang tinggal di Kota Sibolga terdiri dari :
- Batak Toba
- Batak Mandailing
- Batak Simalungun
- Batak Karo
- Bugis
- Aceh
- Nias
- Jawa
- Melayu
- Minang
- Cina
- Dll.
Pada tahun 2007, jumlah penduduk Kota Sibolga sebanyak 93.207 jiwa. Dari jumlah tersebut, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 46.913 jiwa sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 46.294 jiwa. Rata-rata pertumbuhan penduduk sejak tahun 2000 sebesar 1,78 % per tahun.
Bila dibandingkan dengan luas wilayah, kepadatan penduduk di kota ini sudah sangat tinggi. Dari 3.436 Ha luas wilayah yang dapat dipergunakan sebagai daerah Urban Area hanya 644,53 Ha, yang lainnya adalah laut, pulau-pulau kecil, serta perbukitan yang terjal. Dengan demikian kepadatan penduduk mencapai 30.427 jiwa per km2 atau 308 jiwa per Ha.