Pariwisata Sibolga
Setelah saya menonton archipelago di metro-tv tadi pagi pukul 04.30 WIB, Sabtu 10 Oktober 2009, disebut juga Kota Sibolga dalam peta, tapi yang ditayangkan memang Tapanuli Tengah, seperti: hotel di pantai, lokasi tangkap ikan, makanan olahan budi daya laut, durian, dan tarian lokal(?). Saya jadi bertanya ke Pemko Sibolga c.q.Dinas Pariwisata apakah sudah ada promosi wisata Sibolga di media/teve nasional ?. Selanjutnya, apakah sudah cukup obyek wisata yang layak jual, dan bagaimana infra struktur pendukungnya.
Obyek wisata Sibolga yang ada di situs ini hanya lima, yakni
Pantai Ujung Sibolga, Pulau Poncan, Tanggo Seratus, Puncak Tor Simarbarimbing, dan Benteng Ketapang.
Cobalah dikaji, dengan lima obyek wisata dimaksud, apakah parawisatawan memang datang, misalnya bagaimana Tanggo Saratus dicapai dengan cara lain untuk melihat pemandangan yang ditawarkan, apa yang unik dapat dijual, bagaimana leaflet promosinya, sampai di mana diedarkan, dan masih banyak pertanyaan lain.
Jika Pemko Sibolga ingin memajukan pariwisatanya, perlu kajian serius, aspek penunjang lainnya yang merupakan sub-sistem pariwisata, seperti transportasi, kemasan paket tour, pemandu wisata yang sudah barang tentu fasih berbahasa Inggeris. Wisata laut Sibolga tampaknya dapat dijual dengan paket kemasan menarik, tapi promosinya harus gencar dengan modal awal yang kuat. Perlu juga berkoordinasi dengan Kabupaten Tapanuli Tengah guna bersinerji memajukan kawasan pantai Barat Sumatera Utara, karena kelihatannya wilayah Sibolga dikelilingi kabupaten tetangganya.
SKPD yang mengelola pariwisata hendaknya unjuk kinerja dengan indikator keberhasilan terukur, jadi bukan hanya merealisasi anggaran dengan output, tapi coba lah tunjukkan ke publik outcome-nya. Saya yakin pemasukan APBD bisa meningkat dari pariwisata Sibolga kalau dikelola dengan profesional.
Pengalaman saya di beberapa negara, pariwisatanya dapat menunjang perekonomian lokal, yang pada gilirannya dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia setempat. Cobalah Pemko Sibolga menerapkan ilmu marketing untuk menjual pariwisatanya. Semoga sukses, horas sudena.